Tentang Kampung Kecil di Cilegon

_*Jangan Lupakan Sejarah*_
Asal Mula Sejarah Tjilegon.

*Legenda Asal-usul Desa Djombang Wetan Cilegon*

Djombang Wetan merupakan salah satu kelurahan tertua di Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, yang menyimpan sejarah besar terkait masa Kesultanan Banten hingga peristiwa heroik Geger Cilegon 1888.

Secara administratif dan historis, cerita asal-usul wilayah ini tidak merujuk pada mitos gaib atau legenda puitis (seperti legenda "Kebo Kicak" atau akronim "Ijo-Abang" yang merupakan legenda Kabupaten Jombang di Jawa Timur). 
Melainkan, penamaan Jombang Wetan di Cilegon berakar dari kondisi sosiologis masyarakat dan pemetaan wilayah kolonial.

*Asal-usul Nama Jombang di Cilegon*

*Penyebaran Penduduk Nyantri :*
Berdasarkan sejarah lokal Kesultanan Banten, kata *"Jombang" di Cilegon* dipercaya berasal dari kata bahasa Jawa Serang (Jaser) atau Sunda kuno yang merujuk pada : 

1.Pemukiman yang ramai atau area bersemak subur yang di buka menjadi pesawahan.
                    
2.Jombang bisa diartikan "Jambang (Jambangan),  yaitu :  Paso besar, berdiameter +-3 Meter.
Pada tahun 1970 jambangan itu berada di Madrasah Al-Khariyah (Sekarang Gedung Majelis Taklim).
Paso tersebut berukuran sangat besar sekitaran diameter 3 meter, konon katanya peninggalan Kesultanan Banten dan pada tahun 1970 an paso tersebut terakhir tersimpan di ruang kelas depan kanan Madrasah Al-Khariyah dan saya sendiri teringat pada sekitaran tahun 1972-1974 pada waktu itu paso besar  tersebut untuk main tak umpet dan berlarian pada tepi Paso itu berkejaran bersama teman teman dan letak persisnya kalau sekarang pada majelis taklim berada pada ruang depan (Kemungkinan jambangan itu sudah pecah berkeping tertimbun pada kedalaman  tanah sekitar 1 meteran

3.Jambangan diartikan tempat bunga yang berair, bisa merujuk pada pengertian daerah cekungan yang berair/becek.
.                     
*Arah Mata Angin (Wetan) :*
Kata "Wetan" berarti Timur dalam bahasa Jawa/Sunda.

Ketika pemerintah kolonial Hindia Belanda menjadikan Cilegon sebagai ibukota setelah memindahkannya dari Anyer, wilayah Jombang dibagi menjadi tiga wilayah utama berdasarkan tata spesial :

*1.Jombang Wetan* (Sekarang Langgar/Mushola Al-Ikhlas)
*2.Jombang Tengah*, (Masjid As-Sabil) dan
*3.Jombang Kulon* (Masjid Agung Cilegon.

Nilai Sejarah dan Peristiwa Heroik
Alih-alih cerita fiksi, Jombang Wetan lebih dikenal luas lewat "legenda hidup" sejarah perjuangan para ulama dan masyarakatnya yang sangat anti-kolonial.

*Markas Geger Cilegon 1888 :*
Pasar Jombang Wetan merupakan tempat berkumpulnya ratusan pejuang dan petani Banten.

Di wilayah Jombang Wetan  inilah, Haji Wasyid membagi pasukannya menjadi tiga kelompok untuk melakukan penyerangan serentak melawan penindasan Belanda pada tanggal 9 Juli 1888.

*Penghancuran Menara Langgar Jombang Wetan :*

Wilayah ini menjadi pemicu kemarahan sosioreligius masyarakat Banten.

Sebelum pemberontakan pecah, pejabat Belanda Asisten  Residen Goebels memerintahkan perusakan Menara Langgar As-Sabil di Jombang Wetan karena menganggap suara azan dan selawat terlalu bising terutama pada waktu malam dini hari menjelang subuh (Tahmid, Tadzkir dan Tarhim)

Tindakan provokatif kolonial ini memicu solidaritas Kiai kharismatik lokal seperti K.H. Muhammad Ahya dari Jombang Wetan untuk menggerakkan perlawanan fisik

Dan pada peristiwa Perang Geger Tjilegon 1888 ada 3 tempat yang menjadi sasaran penyerangan, yaitu :  
*1.Gedung Kepatihan (Sekarang kawasan pertokoan sebelah timur Islamic Center)*
*2.Rumah Asisten Residen Goebels (Sekarang Kawasan Pertokoan "Zoin In)*
*3.Gedung Penjara (Sekarang Gedung Sekolah SMPN 1 Cilegon)* dan yang mati terbunuh diantaranya,  pejabat Belanda Asisten Residen Goebels berserta Istri Anna Elizabeth Van Zuthpen, Juru tilis  Asisten Residen Francois Dumas, Kepala penjualan garam Ulrich Bachet dan Wedana Cilegon Raden Tjakradiningrat.
Untuk wedana Cilegon Raden Tjakradiningrat terjadi kesalahpahaman para pejuang sehingga terbunuh padahal Wedana Cilegon Raden Tjakradiningrat itu berjuang dan menyokong para pejuang secara senyap alias berjuang dibawah tanah.

Seiring berjalannya waktu sekarang dan saat ini Jombang Wetan terkenal dengan UMKM nya di Cilegon dan bahkan menjadi kekuatan UMKM Banten.
Diantara nya yang terkenal dengan kuliner _*"Nasi Gonjleng dan Otot Jombang"*_
Untuk otot Jombang bahkan sudah ada tembang atau nyanyian nya yang sudah terkenal di ciptakan oleh kakak saya, mantan Kepala Sekolah SMPN 8,  SMPN 5 dan SMPN 2 Cilegon, yaitu :
 *Dra.Munawaroh MM*

UMKM Nasi Gonjleng Otot Jombang terletak di depan samping kanan *Hotel Cilegon,* persisnya pas belok kanan arah Masjid As-Sabil yang pada peristiwa heroik Perang Geger Cilegon 1888 dipermasalahkan dan salah satu penyebab terjadinya peristiwa Perang Geger Cilegon 1888.

Demikian hasil penelusuran oleh : *@Alvirasejarah* yang telah kami pantau, ditelusuri dan dicatat berdasarkan sumber cerita turun temurun, pengalaman pribadi generasi 1960 an dan cerita rakyat setempat masyarakat Desa Jombang Wetan Kota Cilegon.

Waallahua'lambishawwab.

Cilegon, 20 Mei 2026

Disalin dari berbagai sumber oleh :
*@Alvirasejarah*
_Harun Khaen Ki Jabalintang_

https://youtu.be/a0PcYkbzQ6M?si=B2IkiFoD1pJrF53h


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tali Pengikat Gajah

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026