*Takut itu sistem alarm bawaan tubuh kita. Fungsinya bukan buat nyiksa kita, tapi buat jaga kita tetap hidup.*
*Kenapa kita bisa takut*
Otak kita dirancang buat mendeteksi bahaya, beneran atau cuma kelihatan bahaya. Begitu ada sesuatu yang dianggap mengancam, misalnya suara keras, hewan, ketinggian, atau bahkan pikiran "gimana kalau gagal", otak langsung nyalain mode bertahan.
Ini warisan dari jaman nenek moyang. Dulu yang gak takut sama harimau ya... udah gak ada keturunannya. Jadi rasa takut itu sebenarnya bentuk kepedulian otak ke kita.
*Apa yang terjadi di otak saat takut*
Prosesnya cepat banget, kurang dari 1 detik:
1. *Amigdala nyala duluan*: Ini pusat pendeteksi ancaman di otak. Dia yang teriak "BAHAYA!" sebelum kamu sempat mikir logis.
2. *Hipotalamus kasih perintah*: Dia nyuruh kelenjar adrenal lepas hormon adrenalin dan kortisol.
3. *Efek ke tubuh*: Jantung deg-degan, napas cepat, keringat dingin, otot tegang, pupil melebar. Semua biar kamu siap lari atau lawan. Itu yang disebut respon _fight, flight, atau freeze_.
4. *Korteks prefrontal ikut mikir*: Beberapa detik kemudian bagian otak buat berpikir logis baru ikut. Dia nilai: "ini beneran bahaya apa enggak sih?" Makanya setelah kaget, kita biasanya baru bisa mikir jernih.
Kalau ancamannya terus-terusan, misalnya cemas berlebihan, amigdala bisa jadi terlalu sensitif. Alhasil hal kecil aja bisa kerasa gede.
Singkatnya: takut = amigdala panik dulu, tubuh siap tempur, baru otak logis nyusul buat ngoreksi.
***Info dari :
> Hazumi
0 Komentar
"Tinggalkan komentar yang membangun dan bermanfaat. Komentar yang mengandung spam, tautan promosi (jika tidak relevan), atau SARA akan otomatis dihapus oleh sistem. Melangkah maju membawa harapan dan impian!"